linux,

Pengalaman Menggunakan Linux Mint Setelah Migrasi dari Windows.

Julaiman Julaiman Follow Feb 25, 2025 · 3 mins read
Pengalaman Menggunakan Linux Mint Setelah Migrasi dari Windows.
Share this

Sebagai programer web yang membutuhkan fleksibilitas, saya lebih mengutamakan sistem atau software yang dapat menunjang pekerjaan saya. Sebelumnya saya menggunakan Windows 10 untuk menjalankan semua pekerjaan di laptop. Kebetulan laptop yang saya gunakan saat ini hanya sebatas laptop jadul yang intinya cukuplah untuk bisa ngoding, ngetik, dan editing tipis-tipis.

Menggunakan sistem operasi seperti Windows 10 bagi saya sudah lebih dari cukup untuk membantu menyelesaikan pekerjaan. Sebenarnya ingin sekali upgrade ke Windows 11 namun laptop jadul saya tidak memenuhi syarat untuk menginstal Windows 11. Maka dari itu, pilihan satu-satunya adalah bertahan dengan sistem operasi Windows 10.

Namun per tanggal 14 Oktober 2025, dukungan untuk OS Windows 10 akan berakhir dan tidak akan dilanjutkan oleh Microsoft. Jadi, setelah membaca informasinya, Microsoft tidak akan memberikan update terbaru baik itu dari update keamanan, driver, kompabilitas, dan lainnya yang berhubungan dengan software. Microsoft merekomendasikan pengguna untuk beralih ke sistem operasi terbaru mereka yaitu Windows 11.

Karena saya cuma punya laptop jadul, mau tidak mau harus mencari alternatif lain. Jika masih menggunakan sistem operasi yang tidak ada dukungan update terutama dari segi keamanan, akan rentan oleh serangan virus yang dapat merugikan baik terhadap software maupun aset di perangkat. Kalau ingin update terbaru, kalian bisa update ke OS terbaru Windows (jika perangkat support), tapi jika tidak support solusinya beli laptop baru yang sudah mendukung Windows 11.

Setelah mencari berbagai sumber dan referensi, akhirnya saya menemukan sistem operasi yang antarmukanya hampir mirip seperti Windows, yaitu Linux Mint Cinnamon. Tanpa basa-basi saya pun mengunduhnya. Ukurannya relatif lebih kecil, sekitar 2.8 GB. Sebagai informasi, OS yang saya unduh ini merupakan OS yang berbasis Linux yang sifatnya opensource.

Sebelumnya saya menggunakan disk atau SSD baru untuk menginstal Linux Mint. Untuk disk yang terinstal Windows sengaja saya lepas karena saya tidak ingin menggunakan dual booting. Jadi, saya ingin mencoba pure menggunakan Linux.

Segi Tampilan Linux Mint Cinnamon

Tampilan antarmuka Linux Mint Cinnamon hampir mirip seperti di Windows baik dari posisi dan layoutnya. Tampilan seperti background pun masih bisa dikostumisasi. Pointernya pun terlihat berbeda dari pointer Windows pada umumnya.

Aplikasi Penunjang Produktivitas

Jika biasanya kita menggunakan Microsoft Office untuk mengetik, di Linux Mint sudah tersedia LibreOffice yang dapat diandalkan untuk mengetik. LibreOffice juga support dengan ekstensi file yang umum seperti .doc, .docx, .xlsx, dan lain-lain. Kalau belum terbiasa dengan LibreOffice, kamu dapat menggunakan WPS Office untuk kebutuhan mengetik.

Untuk pengeditan video, gambar, dan desain lainnya juga tersedia banyak aplikasi di sini. Walaupun tidak tersedia Adobe, Corel, CapCut, dan sebagainya yang sering digunakan di Windows, aplikasi di Linux Mint sepenuhnya dapat kita pakai secara gratis tanpa harus berlangganan. Inilah kehebatan dari sistem operasi Open Source.

Gaming

Karena saya tidak hobi gaming, jadi saya belum mencobanya. Namun untuk urusan gaming, di Linux Mint kamu bisa mengandalkannya. Banyak aplikasi yang menunjang untuk kebutuhan gaming yang dapat dinikmati secara gratis.

Browsing

Untuk urusan browsing, kita masih dapat menginstal Chrome di Linux Mint. Tidak hanya Chrome, di sini juga support Mozilla Firefox, Brave, dan sebagainya. Dari segi kecepatan, Linux Mint lebih unggul dan tidak memakan banyak sumber daya RAM.

Aplikasi Chat

Untuk aplikasi chat, kita masih bisa menginstal Telegram, namun untuk WhatsApp belum bisa diinstal di Linux Mint karena memang belum ada dukungannya. Solusinya, bisa menggunakan WhatsApp dengan login melalui browser atau WhatsApp Web.

Penutup

Yups, itulah pengalaman saya sementara menggunakan Linux Mint. Karena saya belum lama menginstal Linux, perlu waktu untuk mempelajari dan beradaptasi. Jadi, misalnya ada pembaruan saya akan update informasinya di sini.

Kesimpulan

Linux Mint adalah sistem operasi yang Open Source, yang artinya semua orang dapat berkontribusi untuk pengembangan OS ini. Linux Mint aman dan bebas dari virus apapun, dan yang pasti gratis tanpa harus membayar langganan apapun baik dari penggunaan aplikasi maupun lainnya.

Mungkin perlu adaptasi bagi kamu yang baru beralih dari OS sebelah. Tapi jika kamu lebih nyaman dengan Windows, solusinya upgrade OS-mu ke yang terbaru dalam hal ini Windows 11 dan pastikan perangkatmu support.

Demikianlah penjelasan tentang Pengalaman saya Menggunakan Linux Mint Setelah Migrasi dari Windows. Semoga bermanfaat!

Join Newsletter
Get the latest news right in your inbox. We never spam!
Julaiman
Written by Julaiman Follow
Web Developer & Digital Marketing